Sepuluh Skandal Terbesar Dalam Sejarah Sepakbola

|| || || Leave a komentar
JUST FOR YOU

[ Sepuluh Skandal Terbesar Dalam Sejarah Sepakbola ] 

1. Stan Lazaridis
Mungkin bukan skandal terbesar terkait doping, namun kasus yang melibatkan pemain internasional Australia Stan Lazaridis ini cukup menyita perhatian khalayak.

Saat bermain untuk Perth Glory, Lazaridis terbukti menggunakan finasteride. Zat tersebut masuk ke tubuhnya karena yang bersangkutan menggunakan obat penumbuh rambut.

Apapun alasannya, komisi doping tetap menjatuhkan sanksi 12 bulan larangan bermain kepada Lazaridis. Pada 2008, finasteride akhirnya dicabut dari daftar zat yang termasuk dalam doping.

2. Kolo Toure
Bek Manchester City Kolo Toure terbukti positif menggunakan zat yang penggunaannya dilarang, memaksanya menjalani sanksi skors selama enam bulan dan harus absen di Piala FA dan kualifikasi Liga Champions.

Zat yang masuk ke tubuhnya ternyata berasal dari tablet diurectic milik istrinya, yang digunakan Kolo Toure untuk mengendalikan berat badannya.

Panel independen akhirnya menerima alasan Kolo Toure karena unsur ketidaksengajaan mengkonsumsi barang tersebut, yang membuatnya terhindar dari sanksi maksimal.

3. Olympique Marseille 1993
Menjelang akhir musim 1993, Olympique Marseille harus mengalahkan Valenciennes untuk bisa meraih gelar juara kali kelima secara beruntung. Laga tersebut berlangsung beberapa hari sebelum final Liga Champions menghadapi AC MIlan.

Marseille pada akhirnya menang 1-0 dan berhak atas gelar juara Ligue 1 Prancis. Namun kemudian gelar tersebut dicabut setelah ada bukti penyuapan pihak Marseille terhadap pemain Valenciennes untuk mengalah di pertandingan itu.

Selain Marseille yang dilucuti gelar juaranya, sejumlah pemain dan staf dari klub juga sempat menjalani hukuman penjara dan larangan terlibat di sepakbola selama dua tahun.

4. Doping Timnas Belanda
Pada 2001, tiga pemain Belanda, Edgar Davids, Jaap Stam dan Frank De Boer, dinyatakan bersalah karena menggunakan anabolic steroid nandralone.

Ketiganya melakukan banding dan protes atas sanksi skors beberapa bulan yang mereka dapatkan karena merasa tak menggunakan secara sengaja zat tersebut.

Menurut Bert Konterman, masuknya zat tersebut ke tubuh pemain bisa jadi lewat daging steak yang mereka konsumsi.

"Di Belanda, banyak petani menyuntik sapi mereka dengan nandrolone untuk meningkatkan kualitas daging dan menambah pendapatan mereka," tandasnya.

5. Korea Selatan Di Piala Dunia 2002
Skandal ini melibatkan wasit dan laga melawan Italia. Tuan rumah Korea Selatan dianggap mendapat banyak keputusan menguntungkan pada laga yang dipimpin Byron Moreno.

Selama pertandingan, di mana Korea Selatan menang 2-1 lewat golden goal, Moreno membuat sejumlah keputusan kontroversial, mulai dari mengabaikan banyak pelanggaran yang dilakukan pemain Korsel, menganulir gol Italia dan mengkartu merah Francesco Totti.

Presiden FIFA Sepp Blatter sampai mencap Moreno sebagai bencana bagi FIFA. Moreno pada akhirnya dihukum skors di dua laga karena pengaturan pertandingan dan dilepas dari penjara pada 2012 karena terlibat dalam penyulundupan oba-t-obatan.

6. Juventus Di Era 90an
Kesuksesan Juventus di tahun 1990an tercoreng setelah di tahun 2004, mantan dokter tim Juventus Riccardo Agricola terbukti bersalah karena memberi pemain dengan EPO, zat yang penggunaannya dilarang, antara 1994 dan 1998.

Saat periode tersebut, Juventus memenangi Serie A Italia tiga kali, Liga Champions satu kali dan Coppa Italia satu kali.

Agricola sendiri dipenjara selama 22 bulan, namun kemudian dibebaskan dari segala tuduhan setelah permohonan bandingnya dikabulkan setahun kemudian.

7. Skandal Robert Hoyzer
Wasit asal Jerman itu mendapat sorotan oleh otoritas sepakbola Jerman setelah diduga terlibat dalam perjudian, saat memimpin laga antara Hamburg SV dan Paderborn pada 2004.

Di laga itu, Paderborn menang 4-2 lewat dua penalti yang tak beralasan dan Hamburg kehilangan sejumlah pemainnya.

Hoyzer pun langsung diselidiki dan akhirnya mengaku sudah mengatur setidaknya 13 laga sepanjang 2004 dengan disetir oleh organisasi kriminal Kroasia. Hoyzer pun dikenai sanksi larangan terlibat dalam sepakbola seumur hidup dan dipenjara selama 29 bulan. Sejumlah pihak yang terlibat dalam skandal tersebut juga mendapat hukuman.

8. Diego Maradona
Legenda sepakbola Argentina Diego Maradona sepertinya akrab dengan obat-obatan terlarang, termasuk di antaranya penggunaan kokain.

Karena alasan itu Maradona kerap tersingkir dan mendapat sanksi skors. Pada akhirnya ia mendapat larangan tampil selama 15 bulan, yang pada akhirnya menutup karirnya bersama tim nasional.

9. Calciopoli
Sepakbola Italia diguncang setelah skandal pengaturan skor yang melibatkan tim-tim papan atas Serie A dan Serie B terkuak ke publik.

Setidaknya ada lima klub yang berlaga di Serie A terlibat dalam skandal yang terkuak pada 2006 tersebut, antara lain Juventus, AC Milan, Fiorentina, Lazio dan Reggina.

Juventus bahkan sampai harus kehilangan gelar mereka di tahun 2005 dan 2006 dan didegradasikan ke Serie B. Klub lainnya mendapat sanksi pengurangan angka, denda hingga laga tanpa penonton dan larangan berlaga di turnamen lokal.

10. Perjudian Europol
Ini adalah skandal pengaturan sepakbola terbesar yang pernah ada. Pada 4 Februari, Europol mengungkapkan adanya penyelidikan terkait pengaturan pertandingan di 380 laga dan melibatkan 425 pemain, ofisial dan banyak pihak di segala penjuru Eropa.

Europol mengklaim skandal pengaturan skor sudah mewabah di 15 negara dan sudah menahan 50 orang lebih, yang diduga terlibat dalam pengaturan skor.

Laga-laga yang diatur antara lain laga di Liga Champions dan Piala Dunia. Organisasi kejahatan di Asia menjadi pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan ini.
/[ 0 komentar Untuk Artikel Sepuluh Skandal Terbesar Dalam Sejarah Sepakbola]\

Posting Komentar